Jumat, 15 November 2013

MK. Perencaan Pembangunan




TUGAS

PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Tentang
ALALISIS SWOT
“ Kabupaten Solok Selatan”


Yogi Komala Putra
1106462

Jurusan Ilmu Sosial Politik
Universitas Negeri Padang



 


KABUPATEN SOLOK SELATAN

Wilayah Kabupaten Solok Selatan terletak pada ketinggian 350 - 430 meter diatas permukaan laut, dengan topografi (bentang alam) bervariasi antara dataran lembah bergelombang, berbukit dan gunung yang merupakan rangkaian dari Bukit Barisan yang membujur dari utara ke selatan di sepanjang pantai barat Sumatera. Selanjutnya, secara topografis 69,19 % dari wilayah Solok Selatan berada pada kelerengan di atas 40 derjad yang tergolong sangat curam dan rawan terhadap bahaya longsor dan hanya sekitar 15,02 yang tergolong datar dan landai.
Kabupaten Solok Selatan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe wilayahnya:
1.      kawasan dataran tinggi bergelombang yang menempati wilayah bagian Timur, mulai dari Lubuk Malako di Kecamatan Sangir Jujuan ke arah Utara sampai ke wilayah Kecamatan Sangir Batang Hari;
2.      kawasan perbukitan, lebih dominan menutupi wilayah Kabupaten Solok Selatan, mulai dari bagian Utara sampai bagian tengahnya.
3.       kawasan lembah kaki pegunungan yang menempati wilayah bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan dan bagian Selatan, yang merupakan kaki Gunung Kerinci.
Dahulu wilayah Solok (termasuk kota Solok dan kabupaten Solok Selatan) merupakan wilayah rantau dari Luhak Tanah Datar, yang kemudian terkenal sebagai Luhak Kubuang Tigo Baleh. Disamping itu wilayah Solok juga merupakan daerah yang dilewati oleh nenek moyang Alam Surambi Sungai Pagu yang berasal dari Tanah Datar yang disebut juga sebagai nenek kurang aso enam puluh (artinya enam puluh orang leluhur alam surambi Sungai Pagu). Perpindahan ini diperkirakan terjadi pada abad 13 sampai 14 Masehi.
Kabupaten Solok bukanlah daerah baru karena Solok telah ada jauh sebelum undang-undang pembentukan wilayah ini dikeluarkan. Pada masa penjajahan Belanda dulu, tepatnya pada tanggal 9 April 1913, nama Solok telah digunakan sebagai nama sebuah unit administrasi setingkat kabupaten yaitu Afdeeling Solok sebagaimana disebut di dalam Besluit Gubernur Jenderal Belanda yang kemudian dimuat di dalamStaatsblad van Nederlandsch-Indie. Sejak ditetapkannya nama Solok setingkat kabupaten pada tahun 1913 hingga saat ini Solok tetap digunakan sebagai nama wilayah administratif pemerintahan setingkat kabupaten/kota.
ANALISIS SWOT
a.      Kekuatan ( Stenght) yang mencakup hal sebagai berikut :
1)      Dukungan Dana yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok Selatan.
2)      Komtmen dari Pemimpin dalam mencapai tujuan organisasi.
3)      Dukungan Petugas SIAK dilapangan yang tersebar di 7 (tujuh) Kecamatan.
4)      Koordinasi yang baik dengan mitra kerja  : “ Kekuatan yang dimiliki oleh organisasi ini akan menjadi landasan dalam menentukan arah peningkatan sumber daya manusia pegawai di dinas ”.
5)      Pariwisata merupakan potensi yang masih terpendam dan potensial untuk dikembangkan dalam upaya menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD) perencanaan untuk mengembangkan pariwisataan di solok selatan akan dilakukan melalui pendekatan  nilai budaya yang ada di masyarakat, mengembangkan nilai ekonomi dan mempertahankan karakteristik dasar dari masyarakat serta nilai adat dan agama.

b.      Kelemahan (Weakness)
1.      Kelemahan yang dimiliki oleh organisasi adalah kurangnya kompetensi aparatur dan kuantitas pelaksana tugas guna di distribusikan kesetiap unit kerja yang ada.  “ kekurangan kompetensi terutama pada unit teknis, selama ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil hanya terdapat satu orang pranata komputer dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu orang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) jadi hanya terdapat dua orang yang mememilki kompetensi sebagai pranata Komputer”.
2.      Kabupaten Solok Selatan masih kekurangan 393 orang tenaga guru. Kekurangan itu dikarenakan jumlah penerimaan lebih kecil dari pada jumlah guru yang pensiun. jumlah guru yang pensiun setiap tahun terus bertambah, sedangkan penambahan tidak ada sejak moratorium yang ditetapkan pemerintah pusat dua tahun terakhir.




c.       Kesempatan (Oppurtunity)
1.      Kabupaten Solok memiliki pesona alam yang tidak dimiliki daerah lain seperti pesona danau Diatas dan danau Dibawah, danau Singkarak dan hamparan hijau kebun teh di kawasan Kecamatan Gunung Talang serta banyak lainnya. Keunggulan komparatif di bidang pariwisata ini harus mampu dikelola dengan sebaik-baiknya untuk mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan ke Kabupaten Solok. Pada gilirannya diharapkan dengan peningkatan kunjungan wisatawan akan mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
2.      Pemerintah daerah juga mengangkat tenaga guru sukarela untuk mengisi kekosongan pengajar. “Tenaga sukarela ini digaji oleh sekolah, mungkin ada melalui pagu dana BOS sesuai porsi yang telah diatur dalam penggunaan dana BOS. Kalau tingkat SMA/SMK, karena tidak ada dana BOS, maka kebanyakan diambilkan dari dana pembangunan (dana komite),”

d.      Ancaman (Threats)
1.      Secara geologis, Kabupaten Solok Selatan berada pada Sistem Patahan Besar Sumatera, yang dikenal dengan patahan semangka yang masih aktif sampai sekarang. Zona tumbukan lempeng Samudera Hindia dan Lempeng Benua Eurasia ini masih aktif, dengan laju pergerakan 7 cm/tahun. Jika terjadi pergerakan yang cukup besar, akan berpotensi menimbulkan gempa bumi.
2.      Di samping itu juga ada gunung berapi yang sangat aktif pernah mengeluarkan asap vulkanik yaitu gunung kerinci.gunung kerinci merupankan gunung yang paling tinggi di Sumatera. Solok selatan selain memiliki pengunungan junga memeiliki sungai – sungai yang yang mengalir mungkin sekitar 70 an sungai yang di satukan di sungai batang hari.


Tabel. Analisa SWOT
Kekutan ( Stenght)
Kelemahan (Weakness)
          Tiga wilayah pengembangan yang didasarkan oleh karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah tersebut:
1.      Kecamatan Sangir yang berpusat di Padang Aro sebagai pusat pengembangan I dengan growth point  pelayanan pemerintahan pelayanan umum dan perdagangan.
2.      Kecamatan Sungai Pagu, sebagai pusat pengembangan II yang dipusatkan di Muara Labuh dengan growth pointnya pendidikan, kesehatan, perdagangan, pariwisata dan sentra produksi tanaman pangan.
3.      Sumber Daya Mineral
a)      mineral logam berupa tembaga, emas, dan perak.
b)      potensi panas bumi yang ditandai oleh munculnya mata air panas.
c)      bahan galian berupa batu gamping, pasir dan batu sungai
1.      Pegawai dilingkungan pemerintah daerah, terutama pegawai yang mengelola keuangan dan akuntasi sangat lemah, akibatnya Badan Pemeriksa Keuangan menemukan beberapa kelemahan sistem pengendalian interen dalam pennyusunan laporan keuangan.
2.      Masyarakat Solok Selatan menganggap penuntasan kasus tambang emas liar (illegal mining) tidak sepenuh hati. Para penegak hukum dan Pemkab Solsel dinilai tidak berdaya menghadapi mafia tambang. Hingga kemarin, 9 unit ekskavator masih mengeruk perut bumi daerah perbatasan Sum­bar-Kerinci ini.
Kesempatan  (Oppurtunity)
Ancaman (Threats)
1.      Pada tahun 2010 tercatat sebanyak 226 orang yang terdaftar sebagai pencari kerja pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Solok. Dari jumlah yang terdaftar tersebut sebagian besar diantaranya adalah wanita yaitu sebanyak 77.88 persen. Sedangkan kalau dikelompokkan menurut tingkat pendidikan yang ditamatkan jumlah terbesar ada di kelompok dengan pendidikan sudah banyak yang S1 (Sarjana).

2.       Serta kenaikan jumlah dokter umum dan dokter gigi masing-masing 44 orang dan 20 orang. Secara keseluruhan terjadi kenaikan jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Solok dari 823 orang tahun 2009 menjadi 829 orang tahun 2010.
1.      Gerakan Tanah,
Gerakan tanah disebabkan oleh sesar yang ada di wilayah Kabupaten Solok Selatan. Dari kedudukan wilayah Kabupaten Solok Selatan yang berada pada sistem Patahan Besar yaitu sistem Patahan Semangko. Daerah ini meliputi sebahagian besar  daerah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu
2.      Gempa bumi dan Gunung api,
Walaupun sebenarnya Kabupaten Solok Selatan secara administrasi daerah tidak memiliki gunung api, tetapi sebahagian besar wilayah kaki gunung Kerinci berada diwilayahnya, sehinggga beberapa wilayah akan terkena imbas yang tidak langsung (awan panas dan lahar dingin) dari letusan dari gunung .
3.      Longsor dan erosi.
 Longsor  umumnya terjadi pada daerah perbukitan yang bertebing terjal dan daerah tebing sungai terutama pada daerah cut of slope.
4.       Banjir.
Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang dialirkan melalui sungai-sungai  besar yang mengalir di wilayah Kabupaten Solok Selatan

 







Saran
Hasil  dari Analisa, jadi saya mempunyai saran :
1.      Karena sebagai Instansi publik yang melayani langsung dalam administrasi kependudukan dan Pencatatan Sipil Perlu sekiranya Pemerintahan Daerah memperhatikan segala kebutuhan baik sarana maupun prasarana guna sebagai usaha dukungan pemerintahan daerah terhadap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Solok Selatan, sepert bantuan komputer server yang lebih memadai dan tamabahan tenaga pranata yeng berkompeten dan pembinaan optimalisasi penningkatan sumber daya manusia organisasi.
2.      Dalam melaksanakan Perencanaan perubahan perlu didukung dengan melibatkan konsultan luar organisasi yang memahami kultur dan budaya masyarakat dan memahami kondisi real daerah agar lebih efektifnya perencanaan yang ditetapkan
3.      perlu ditingkatkan inovasi pegawai dalam menyingkapi perubahan yang terjadi baik perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan tidak terlalu terfokus pada tugas pokok dan fungsi saja namun mampu menjadi agen perubahan dalam masyarakat dan lingkungan organisasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar